LIPTAN (Lembar Informasi Pertanian)
Posted by on 28th Oktober 2016
| 804 views

Teknologi Tumpangsari Jagung Var. Lamuru & Kacang Hijau Var. Kutilang  dengan Pemupukan Terpadu di Entisol – Lahan Kering

cover-liptan

Entisols terbentuk dari bahan aluvium, aluvium-marin, marin, dan volkan. Penampang tanah bervariasi, tekstur lempung berpasir sampai pasir berlempung, dan berlapis-lapis (stratified) atau berselang seling. Warna tanah coklat pucat  sampai kelabu terang, drainase sedang sampai agak cepat, struktur lepas sampai masif, konsistensi gembur dan lepas pada kondisi kering. Reaksi tanah umumnya agak netral sampai basis (pH>7), kadar C organik sangat rendah sampai rendah, kadar P2O5 dan K2O potensial sedang, basa-basa dapat tukar rendah sampai sedang dan didominasi oleh Ca dan Mg. KTK tanah rendah, tetapi kejenuhan basanya tinggi.

Penyiapan lahan dilakukan dengan pengolahan tanah, satu kali pembajakan, menggunakan bajak singkal dengan kedalaman 20 cm. Sebelum tanah diolah, pupuk kandang dengan takaran 5 t/ha disebar merata pada permukaan tanah, baru dilakukan pembajakan. Jika menggunakan kompos Crotaliria juncea, kompos disebar secara merata setelah  jagung ataupun Kacang hijau ditanam.

Penanaman dilakukan pada saat musim hujan. Pertanaman ditanam dengan  pola tumpangsari Jagung/Kacang hijau.Jagung ditanam secara tugal dengan kedalaman 3-5 cm, jarak  tanam 70 cm  x 20 cm, satu biji/lubang tanam.  Kacang hijau ditanam secara tugal dengan kedalaman 3-5 cm antara dua baris tanaman jagung dengan jarak 35 cm x 20 cm dengan 2 benih/lubang tanam. Kacang hijau ditanam 14 hari lebih dulu daripada tanaman jagung. Penyulaman jagung dilakukan pada 7-10 HST, sedangkan untuk Kc hijau dilakukan pada saat 5-7 HST, dengan mengganti benih yang tidak tumbuh/mati,. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

Brosur lengkap format pdf download disini : brosur-liptan